PBN Banyumas Inspirasi Indonesia, Literasi Nahdliyin Menyala dari PP Tebuireng 17 Sokaraja

    PBN Banyumas Inspirasi Indonesia, Literasi Nahdliyin Menyala dari PP Tebuireng 17 Sokaraja
    PBN Banyumas Menginspirasi Indonesia, Literasi Nahdliyin Menyala dari PP Tebuireng 17 Sokaraja

    BANYUMAS - Getar literasi Nahdliyin menggema kuat dari Joglo Pondok Pesantren NU Abdul Jamil Tebuireng 17 Sokaraja. Pada Selasa, 10 Februari 2026, bertepatan dengan 22 Sya’ban 1447 H, Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus Pojok Baca Nahdliyin (PBN) Kabupaten Banyumas resmi digelar, dirangkai dengan Bedah Buku Sholawat Badar serta Musyawarah Kerja Wilayah (Rakerwil) PBN Provinsi Jawa Tengah. 

    Momentum ini menegaskan pesantren sebagai pusat cahaya literasi, iman, dan peradaban umat.

    Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan Indonesia Raya, Yalal Wathon, Mars PBN, dan Mars Tebu Ireng yang menggugah semangat kebangsaan, kebersamaan, serta identitas ke-NU-an. 

    Suasana kian khidmat saat acara dilanjutkan dengan pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an, meneguhkan bahwa gerakan literasi ini berangkat dari nilai ilahiah dan tradisi keilmuan pesantren.

    Acara dihadiri tokoh-tokoh nasional dan daerah, di antaranya Menteri Agama RI selaku Pembina PBN Pusat Prof. Dr. KH. Nazarudin Umar (secara virtual), Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah Dr. H. Saiful Mujab, MA, beserta jajaranya, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Banyumas H. Ibnu Asaddudin, beserta jajarannya, pengurus PBN pusat dan wilayah, pimpinan PCNU Banyumas, para kepala madrasah dan kepala sekolah di bawah naungan Kementerian Agama Kabupaten Banyumas yang berperan sebagai ujung tombak penguatan literasi di satuan pendidikan, para kiai, akademisi, santri, serta tamu undangan lintas elemen.

    Kehadiran unsur pimpinan pendidikan ini menegaskan komitmen Kementerian Agama dalam membangun budaya literasi moderat, berkarakter, dan berkelanjutan melalui sinergi kelembagaan.

    Ketua Panitia, Dr. H. Edi Sungkowo, dalam laporannya menyampaikan bahwa pemilihan Pondok Pesantren NU Abdul Jamil Tebuireng 17 Sokaraja sebagai lokasi kegiatan merupakan ikhtiar strategis untuk menghadirkan inspirasi nyata. 

    “Kami ingin menunjukkan bahwa literasi, pendidikan pesantren, dan kemandirian santri dapat terintegrasi sebagai satu gerakan utuh yang hidup dan produktif, ” tegasnya.

    Pada sesi ini juga ditayangkan profil Pondok Pesantren NU Abdul Djamil Tebuireng 17 Sokaraja, yang menggambarkan visi, misi, serta kontribusi pesantren dalam pengembangan pendidikan dan literasi.

    Sambutan Sohibul Ma’had, H. Muhammad Husain, menjadi refleksi mendalam. Ia menyampaikan ucapan selamat datang sekaligus apresiasi atas kepercayaan PBN yang menjadikan pesantren sebagai pusat kegiatan. 

    “Kami menyambut dengan penuh kebahagiaan dan keterbukaan. Pesantren ini siap menjadi rumah bagi gerakan literasi yang mencerahkan umat, ” ujarnya. 

    Dalam sesi tersebut ditampilkan pula jejak digital awal berdirinya PP Abdul Djamil Tebuireng 17 Sokaraja hingga hari ini, pemutaran film pendek “Ghosob” karya santri berprestasi tingkat nasional, kreativitas seni dan berbagai produk sayur mayur, telor ayam dari laboratorium praktek santripreneur, serta permohonan maaf atas segala keterbatasan dalam pelaksanaan kegiatan.

    Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Banyumas, Dr. H. Ibnu Asaddudin, menyampaikan apresiasi mendalam atas terbentuknya PBN Kabupaten Banyumas. Ia menegaskan PBN sebagai mitra strategis atau tangan panjang Kementerian Agama dalam membumikan literasi umat. 

    “Insyaallah, melalui PBN ini, Kemenag Banyumas dapat ikut menginspirasi Indonesia melalui gerakan membaca, berpikir, dan berakhlak, ” ungkapnya optimistis.

    Memasuki inti acara, prosesi pengukuhan dan pelantikan Pengurus Pojok Baca Nahdliyin Kabupaten Banyumas dilaksanakan secara khidmat.

    Kepengurusan PBN Kabupaten Banyumas diamanahkan kepada H. M. Wahyu Fauzi Azis untuk masa khidmat 2026–2031. 

    Kepengurusan baru diharapkan mampu membawa energi perubahan, memperluas jangkauan literasi, serta meningkatkan minat baca masyarakat lintas generasi.

    Doa penutup pelantikan-pengukuhan dipanjatkan oleh Rois Syuriyah PCNU Banyumas KH. Mughni Labib, yang dalam kesempatan ini diwakili oleh KH. Akshin Aedi, memohon keberkahan dan kemudahan dalam mengemban amanah.

    Dalam sambutan dan arahannya, Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah Dr. H. Saiful Mujab, MA, menegaskan bahwa PBN Banyumas harus menjadi gerakan literasi aktif. 

    “Pojok Baca Nahdliyin jangan hanya dimaknai membaca teks, tetapi membaca situasi, membaca tantangan zaman, dan membaca arah masa depan generasi, ” tandasnya.

    Ia juga mengingatkan tantangan era media sosial, ketika popularitas kerap mengalahkan kebenaran, sehingga literasi kritis menjadi kebutuhan mendesak umat.

    Ketua PW PBN Jawa Tengah, Dr. H. Imam Tobroni, MM, menambahkan bahwa PBN hadir sebagai stakeholder baru Kemenag dalam penguatan literasi keumatan.

    “PBN harus menjadi ruang perlawanan intelektual terhadap dominasi algoritma media sosial yang sering menggusur kebenaran substantif, ” ujarnya.

    Apresiasi juga disampaikan Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nazarudin Umar, yang menegaskan bahwa PBN merupakan bagian dari dakwah kultural NU. 

    “Membaca, belajar, dan berpikir kritis adalah fondasi umat yang moderat, berakhlak, dan berwawasan kebangsaan, ” pesannya.

    Selepas istirahat, kegiatan dilanjutkan dengan Bedah Buku “Sholawat Badar” yang menghadirkan Prof. Dr. Kholid Mawardi, M.Hum, dan KH. Saiful Ali Mansur, pencipta Sholawat Badar. 

    Diskusi berlangsung mendalam, mengulas nilai sejarah, spiritualitas, dan kekuatan budaya sholawat sebagai media dakwah serta literasi kultural umat.

    Sesi berikutnya diisi Musyawarah Kerja Wilayah PBN Jawa Tengah pukul 14.00–16.00 WIB, membahas rencana kerja dan program strategis penguatan literasi ke depan.

    Sebagai penutup, Ketua Yayasan PPNU Abdul Djamil Tebuireng 17 Sokaraja H. Imam Purwanto, yang akrab disapa Ayahe atau Anto Djamil, bersama jajaran pengurus melalui KH. Irchami (Gus Irchami), menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan PBN Pusat dan Wilayah Jawa Tengah.

    “Ini adalah kehormatan besar bagi kami. Semoga seluruh ikhtiar ini dicatat sebagai amal jariyah dan membawa manfaat luas bagi umat, ” ungkapnya. 

    Acara ditutup dengan ramah tamah, meneguhkan semangat bahwa dari Sokaraja, obor literasi Nahdliyin terus dinyalakan, menerangi jalan umat dan menginspirasi Indonesia.

    (Djarmanto-YF2DOI)

    banyumas pp tebuireng 17 sokaraja yayasan abdul djamil sokaraja
    Narsono Son

    Narsono Son

    Artikel Sebelumnya

    Kakanwil Kemenag Jateng, PPNU Abdul Djamil...

    Artikel Berikutnya

    Kandang Kopi Menyala di Kampus, Pringsewu–Fapet...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Lanud Sultan Hasanuddin Gelar Latihan Kesiagaan I TA 2026, Uji Kesiapan Personel dan Sistem Penanggulangan Kontinjensi
    Casis Bintara PK TNI AU A-57 Lanud Sultan Hasanuddin Jalani Sidang Pantukhirda
    Tahap IPC Super Garuda Shield 2026, Wujud Komitmen TNI Perkuat Kerja Sama Indo-Pasifik
    Perkuat Diplomasi Militer, Panglima TNI Bersama Menhan RI Terima Courtesy Call Kasau Pakistan
    Genjot Budaya Baca, Nawal Yasin Targetkan 8.563 Perpustakaan Desa/Kelurahan di Jateng

    Ikuti Kami