BANYUMAS - MAN 3 Banyumas meneguhkan perannya dalam mengantarkan masa depan peserta didik dengan menyelenggarakan Sosialisasi Parenting Kelas XII, khusus bagi siswa yang akan melanjutkan studi ke perguruan tinggi.
Kegiatan ini digelar Rabu, 5 Februari 2026, bertempat di Masjid Al-Ma’sum MAN 3 Banyumas, dan diikuti oleh orang tua dari 72 siswa eligibel SNBP yang telah menyiapkan langkah menuju kampus impian. Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai respon atas tantangan pendidikan modern yang menuntut keterlibatan banyak pihak.

MAN 3 Banyumas memandang bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya bertumpu pada madrasah, melainkan juga memerlukan dukungan penuh keluarga sebagai lingkungan utama pembentukan karakter dan ketangguhan mental siswa.

Sosialisasi parenting ini tidak sekadar menjadi ajang pertemuan formal antara wali siswa dan pihak madrasah, tetapi dirancang sebagai ruang dialog yang hangat dan bermakna.
Melalui forum ini, orang tua dibekali pemahaman dan panduan praktis agar mampu menjadi pendamping terbaik bagi anak-anak mereka, khususnya dalam fase penentuan masa depan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Kepala MAN 3 Banyumas, Solikhin, menegaskan bahwa pendidikan membutuhkan kerja sama yang berkesinambungan.
“Pendidikan siswa tidak bisa berjalan sendiri. Ia memerlukan kolaborasi yang kuat antara madrasah dan orang tua. Melalui kegiatan parenting ini, kami berharap hubungan kemitraan semakin erat dalam mendampingi dan membahas perkembangan anak-anak, ” tegasnya.
Lebih lanjut, Solikhin menyampaikan rasa bangga atas capaian para siswa. SNBP merupakan kesempatan emas untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi negeri terbaik. Kami sangat bangga atas 72 siswa-siswi MAN 3 Banyumas yang masuk kategori eligibel. Ini adalah hasil kerja keras siswa, dukungan keluarga, serta dedikasi para guru dan pimpinan madrasah.
Dengan terselenggaranya sosialisasi parenting ini, MAN 3 Banyumas berharap keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak semakin menguat, sehingga terbangun sinergi yang harmonis antara keluarga dan madrasah.
Kegiatan ini diyakini menjadi langkah awal dari kolaborasi berkelanjutan dalam menyiapkan generasi penerus bangsa yang unggul secara intelektual, matang secara emosional, dan kokoh secara spiritual.
(HumasMAN3Bms/YF2DOI)

Updates.