Kandang Kopi Menyala di Kampus, Pringsewu–Fapet Unsoed Satukan Ilmu dan Wirausaha

    Kandang Kopi Menyala di Kampus, Pringsewu–Fapet Unsoed Satukan Ilmu dan Wirausaha
    Kandang Kopi Menyala di Kampus, Pringsewu–Fapet Unsoed Satukan Ilmu dan Wirausaha

    PURWOKERTO - Denyut kolaborasi dunia usaha dan kampus kembali bergema dari jantung akademik Purwokerto.

    Kandang Kopi Pringsewu Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) resmi menggelar Soft Opening pada Senin, 10 Februari 2026, sebagai penanda awal hadirnya ruang kreatif yang menyatukan cita rasa, ilmu pengetahuan, dan semangat kewirausahaan berbasis kampus.

    Direktur Utama Pringsewu, Totok Sutrisno, SE, MM, QCRO, menegaskan bahwa lahirnya Kandang Kopi di lingkungan Fakultas Peternakan Unsoed bukan sekadar ekspansi usaha, melainkan ikhtiar bersama untuk menjemput kemajuan.

    “Kami sangat senang dan mengapresiasi kerja sama ini. Kampus adalah gudang pengetahuan, sementara dunia usaha perlu terus meng-upgrade diri. Kandang Kopi kami niatkan menjadi ruang magang, ruang tumbuh, dan ruang lahirnya jiwa entrepreneur bagi mahasiswa dan alumni, ” tegasnya.

    Kolaborasi ini melibatkan langsung Pringsewu Group dengan Fakultas Peternakan Unsoed, menghadirkan sinergi peran yang saling menguatkan. Pringsewu membawa pengalaman bisnis dan jejaring usaha, sementara kampus menghadirkan basis keilmuan, riset, serta sumber daya mahasiswa sebagai motor penggerak inovasi berkelanjutan.

    Pemilihan Kompleks Fakultas Peternakan Unsoed, Jalan Dr. Soeparno Purwokerto, dinilai strategis dan sarat makna akademik. 

    Lokasi ini menjadi simbol perjumpaan antara teori dan praktik, antara ruang kelas dan dunia nyata, di mana ilmu tak berhenti di papan tulis, tetapi berlanjut dalam denyut usaha yang hidup dan membumi.

    Dekan Fakultas Peternakan Unsoed, Ir. Novie Andri Setianto, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng, menyampaikan apresiasi tinggi atas hadirnya Kandang Kopi di lingkungan kampus.

    “Kami berharap Kandang Kopi menjadi ajang belajar kuliner dan kewirausahaan bagi mahasiswa. Kolaborasi ini tidak berhenti di sini, tetapi bisa berkembang lebih luas, termasuk membuka peluang produk-produk Fakultas Peternakan untuk masuk dan dipasarkan melalui jaringan Pringsewu, ” ujarnya.

    Lebih dari sekadar konsep usaha, Kandang Kopi dikembangkan sebagai model bisnis-edukasi. Mahasiswa didorong terlibat aktif, belajar manajemen, pelayanan, inovasi produk, hingga penguatan karakter wirausaha.

    Di sinilah nilai keberlanjutan ditanamkan, usaha tumbuh, ilmu hidup, dan kampus berdaya.

    Momentum ini akan dipertegas melalui Grand Opening pada 14 Februari 2026, yang dirancang sebagai perayaan kolaborasi, silaturahmi, dan perluasan jejaring. Soft Opening menjadi pengenalan konsep, sementara Grand Opening menjadi deklarasi kesiapan Kandang Kopi sebagai ruang belajar dan usaha yang matang.
    Dengan semangat “banyak silaturahmi, banyak rezeki”.

    Kandang Kopi Pringsewu Fapet Unsoed diharapkan memberi dampak nyata bagi mahasiswa, sivitas akademika, dan masyarakat sekitar, menjadi episentrum wirausaha kampus yang religius, progresif, dan menyalakan harapan masa depan.

    (Djarmanto-YF2DOI)

    banyumas kandang kopi pringsewu
    Narsono Son

    Narsono Son

    Artikel Sebelumnya

    PBN Banyumas Inspirasi Indonesia, Literasi...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Lanud Sultan Hasanuddin Gelar Latihan Kesiagaan I TA 2026, Uji Kesiapan Personel dan Sistem Penanggulangan Kontinjensi
    Casis Bintara PK TNI AU A-57 Lanud Sultan Hasanuddin Jalani Sidang Pantukhirda
    Tahap IPC Super Garuda Shield 2026, Wujud Komitmen TNI Perkuat Kerja Sama Indo-Pasifik
    Perkuat Diplomasi Militer, Panglima TNI Bersama Menhan RI Terima Courtesy Call Kasau Pakistan
    Genjot Budaya Baca, Nawal Yasin Targetkan 8.563 Perpustakaan Desa/Kelurahan di Jateng

    Ikuti Kami