BANYUMAS – Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Taman Kanak-Kanak yang tergabung dalam Koreilcamdindik Cilongok, Purwokerto Barat, dan Karanglewas (CIPUTBAKAR) menggelar Brainstorming Pendidikan bersama Pengawas PAI Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, Jumat (20/02/2026), di TK Diponegoro 28 Pageraji, Cilongok.
Kegiatan ini menjadi forum bertukar gagasan untuk meningkatkan mutu pembelajaran PAI pada jenjang anak usia dini, sekaligus memperkuat sinergi antarguru dalam menanamkan nilai keimanan dan karakter sejak dini.

Keterangan tersebut disampaikan Pengawas PAI H. Dudiyono kepada awak media pada Jumat sore (20/02/2026) melalui jaringan telepon.
Ia hadir mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, H. Ibnu Asaddudin.
“Bapak Kepala Kantor, H. Ibnu Asaddudin, menyampaikan apresiasi tinggi kepada guru PAI TK yang terus berikhtiar meningkatkan kompetensi. Pendidikan agama di usia dini adalah fondasi utama membentuk karakter generasi bangsa, ” tegas Dudiyono.
Ia menambahkan, Pembelajaran harus kreatif dan menyenangkan, disertai pendampingan total kepada peserta didik. Aktifkan program Siaga Pendis serta jaga tertib administrasi sebagai bagian dari profesionalisme guru PAI.
Sementara itu, salah satu guru PAI TK, Laela Masruroh, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya forum tersebut.
“Kegiatan ini menjadi langkah awal yang sangat baik untuk mempererat koordinasi dan komunikasi antar guru PAI TK. Kami berharap ada pendampingan berkelanjutan serta wadah khusus agar dapat saling berbagi pengalaman dan meningkatkan kualitas pembelajaran bersama, ” ujarnya.
Ia menilai, diskusi yang terbuka akan memperkuat semangat kolektif dalam membangun pendidikan agama yang lebih hidup dan menyentuh hati anak-anak.
Kepala TK Diponegoro 28 Pageraji, Abdul Rouf, juga menyampaikan harapannya.
“Kami berharap pertemuan ini membawa manfaat nyata dan memotivasi para guru PAI TK dalam mengawal generasi masa depan yang ‘pinter lan bener’. Pendidikan karakter dan nilai-nilai keagamaan harus ditanamkan sejak dini sebagai fondasi membentuk generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan bertanggung jawab, ” katanya.
Melalui brainstorming ini bersama Kemenag Banyumas, para guru tidak sekadar berdiskusi, tetapi juga meneguhkan doa dan komitmen bersama.
Dari Pageraji, semangat itu menyala, membangun generasi yang kuat iman, luas ilmu, dan kokoh akhlaknya. Forum ini diharapkan menjadi langkah konkret menjawab tantangan zaman, dengan pendidikan agama yang profesional, inspiratif, dan berpijak pada nilai-nilai luhur.
(Djarmanto-YF2DOI)

Fadlizon