BANYUMAS - Lantunan Shalawat Nariyah terus membahana di lingkungan Madrasah Al-Ittihaad 2 Pasir Lor, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumaa, Jawa Tengah.
Sejak 1985 hingga 2026, keluarga besar madrasah istiqamah menggelar Majelis Nariyah setiap 36 hari sekali, tepat Kamis Kliwon (12/02/2026) pukul 22.00 WIB hingga Jumat Manis pukul 01.00 WIB.

Pengurus, kepala madrasah, guru, tata usaha, tokoh masyarakat, wali santri, hingga simpatisan, Semangat memperkuat ikatan ruhani, memohon keberkahan, dan meneguhkan cinta kepada Nabi Muhammad SAW. Tradisi ini tak pernah libur selama empat dekade (40 thn).
Dalam hadits disebutkan, siapa yang bershalawat kepada Nabi akan diganjar sepuluh kali lipat oleh Allah SWT. Di antara beragam bacaan seperti Shalawat Thibbil Qulub, Fatih, Munjiyat, dan Ibrahimiyah, Shalawat Nariyah menjadi amalan utama yang dirutinkan berjamaah maupun secara pribadi selepas shalat.
Ketua Pengurus Madrasah, KH M. Ali Sodikin, menegaskan komitmen tersebut. “Siapa membaca shalawat, termasuk Shalawat Nariyah sebagai wirid, akan mendapatkan kemuliaan dari Allah SWT di dunia dan akhirat bersama ridha-NYA, ” tegasnya.
Ia juga menambahkan, “Jika dibaca dengan istiqamah, insyaallah rezeki akan mengalir dan berbagai kesulitan dimudahkan.”
Lebih lanjut ia menjelaskan, “Dalam beberapa keterangan ulama disebutkan, apabila umat Islam memiliki hajat besar atau ingin menolak bala, mereka berkumpul membaca Shalawat Nariyah sebanyak 4.444 kali. Dengan izin dan Ridho Allah SWT, hajat itu akan cepat tercapai.”
Pernyataan tersebut menjadi penguat keyakinan jamaah yang selama ini konsisten menjaga tradisi majelis.
Adapun lafaz lengkap Shalawat Nariyah sebagai berikut:
اَللّٰهُمَّ صَلِّ صَلَاةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلَامًا تَامًّا عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدِۨ الَّذِي تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضٰى بِهِ الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيمِ وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ فِي كُلِّ لَمْحَةٍ وَنَفَسٍ بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُومٍ لَكَ
Transliterasi:
Allâhumma shalli shalâtan kâmilatan wa sallim salâman tâmman ‘alâ sayyidinâ Muhammadinil-ladzî tanhallû bihil-‘uqadu wa tanfariju bihil-kurabu wa tuqdâ bihil-hawâiju wa tunâlu bihir-raghâ’ibu wa husnul-khawâtimi wa yustasqal-ghamâmu biwajhihil-karîm wa ‘alâ âlihi wa shahbihi fî kulli lamhatin wa nafasin bi‘adadi kulli ma‘lûmil-lak.
Terjemah:
“Ya Allah, limpahkanlah shalawat yang sempurna dan curahkanlah salam kesejahteraan yang penuh kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, yang dengan sebab beliau segala kesulitan terurai, segala kesusahan tersingkap, segala kebutuhan terpenuhi, segala harapan tercapai, husnul khatimah diraih, dan dengan wajahnya yang mulia hujan diturunkan. Limpahkan pula kepada keluarga dan para sahabatnya, pada setiap detik dan hembusan napas sebanyak bilangan segala sesuatu yang Engkau ketahui.”
"Empat puluh tahun bukan waktu singkat. Namun Majelis Nariyah di Madrasah Al-Ittihaad 2 Pasir Lor terus menyala, menjadi oase ruhani yang menguatkan persaudaraan, melapangkan rezeki, serta meneguhkan langkah menuju keberkahan dunia dan akhirat." Tutupnya.
(Djarmanto–YF2DOI)

Devira Arum