BANYUMAS - Di tengah suasana khidmat dan penuh doa di Ruang Kepala MI Ma’arif NU 1 Desa Pangebatan, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Purwokerto menunaikan janji negara, Selasa (28/04/2026).
Kegiatan Santunan Jaminan Kematian (JKM) sebesar Rp.42 juta diserahkan kepada keluarga almarhum Ustaz Asron, seorang Relawan BAZNAS dari UPZ Mushola An Nur Rejasari, Purwokerto Barat. Momen ini menegaskan kehadiran negara yang tak terduga, memberikan jaring pengaman bagi para pekerja, terutama mereka yang berada di sektor informal.
Santunan ini merupakan hak istimewa bagi almarhum Ustaz Asron, yang baru terdaftar sebagai peserta Bukan Penerima Upah (BPU) sejak Oktober 2025. Hal ini menjadi pengingat kuat bahwa risiko hidup bisa datang kapan saja, namun perlindungan dapat diupayakan sejak dini.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Purwokerto, Vinca Meitasari, didampingi jajarannya, menyampaikan duka cita yang mendalam. Ia menekankan bahwa santunan ini lebih dari sekadar angka, melainkan wujud nyata kepedulian negara.
"Kami turut berduka cita yang mendalam. Santunan ini bukan sekadar angka, melainkan bukti negara hadir memberikan kepedulian nyata. Jangan pernah menunda perlindungan, karena risiko tidak pernah menunggu, " ujar Vinca Meitasari dengan nada penuh empati.
Lebih lanjut, Vinca merinci komponen santunan Rp42 juta tersebut, yang meliputi santunan kematian Rp20 juta, biaya pemakaman Rp10 juta, dan santunan berkala Rp12 juta. Ia berharap manfaat ini dapat meringankan beban keluarga yang ditinggalkan dan menjaga keberlangsungan hidup mereka.
Dalam kesempatan yang sarat nilai kemanusiaan itu, Vinca juga melebarkan sayap kolaborasi sosial. Ia menawarkan kemungkinan untuk turut serta dalam program sedekah subuh melalui UPZ An Nur Purwokerto Barat, sebuah inisiatif yang menandai sinergi antara perlindungan sosial dan gerakan kepedulian umat.
Ustaz Daryanto, Pembina dan Penasehat UPZ An Nur, didampingi Ketua Asmah Asiyah dan Bendahara Sri Wakhyuni, menyampaikan apresiasi yang tulus. Ia menegaskan komitmen untuk terus mendorong para pengurus, relawan BAZNAS, dan muzaki lainnya yang berprofesi sebagai pekerja informal agar mendaftar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.
"Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan keteladanan ini. Insya Allah kami terus mendorong para pengurus, relawan BAZNAS, serta para muzaki yang juga pekerja informal untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Perlindungan ini nyata dan sangat dibutuhkan, " ungkap Ustaz Daryanto dengan mantap.
Yanti, Staf Kecamatan Karanglewas yang hadir mewakili Camat, turut menyampaikan pesan penuh harapan. Ia mengapresiasi kolaborasi antara BPJS Ketenagakerjaan dan UPZ An Nur, seraya mengajak seluruh pekerja informal untuk tidak ragu terdaftar.
"Kami mewakili Bapak Camat Karanglewas menyampaikan permohonan maaf karena beliau belum dapat hadir bersamaan dengan tugas di tempat lain, dan menitipkan salam. Kami sangat mengapresiasi BPJS Ketenagakerjaan dan UPZ An Nur. Kami mengajak seluruh pekerja informal untuk tidak ragu menjadi peserta. Jangan menunggu risiko datang, karena perlindungan adalah kebutuhan. Harapan kami, tidak ada lagi pekerja tanpa jaminan sosial, " tuturnya santun dan tegas.
Nur Khasanah, sebagai tuan rumah sekaligus ahli waris almarhum, tak kuasa menahan rasa syukur yang mendalam. Ia mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kelancaran proses pencairan santunan.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, khususnya BPJS Ketenagakerjaan dan jajarannya serta Perisai BPJS TK, juga UPZ An Nur. Prosesnya sangat mudah dan dimudahkan. Kami tidak pernah melihat besar kecilnya santunan, karena kami yakin semua sudah diatur oleh Allah SWT, " ungkapnya terharu.
Ia menegaskan bahwa santunan ini akan digunakan secara bijak untuk menuntaskan segala urusan almarhum, menjadikannya amanah yang harus dijaga dengan baik.
Acara ditutup dengan doa bersama yang mengalirkan keikhlasan dan harapan, meninggalkan pesan kuat, "Kerja keras bebas cemas, kerja cerdas adalah ciri khas peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan. Jangan tunda, lindungi diri hari ini, sebelum risiko datang menghampiri."
(Djarmanto)

Devira Arum