Mengetuk Pintu Langit di Pekih, Kemenag Banyumas Menapak Jejak Ruhani Pendiri Bangsa

    Mengetuk Pintu Langit di Pekih, Kemenag Banyumas Menapak Jejak Ruhani Pendiri Bangsa
    Mengetuk Pintu Langit di Pekih, Kemenag Banyumas Menapak Jejak Ruhani Pendiri Bangsa

    Banyumas – Di penghujung tahun yang perlahan menutup lembarannya, langkah-langkah khidmat keluarga besar Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas tertuju ke sebuah ruang sunyi di Pekih, Purwokerto.

    Di sanalah bersemayam salah satu tokoh perintis Kementerian Agama Republik Indonesia, almarhum K.H. Abu Dardiri, ulama pejuang yang jejak baktinya masih berpendar hingga hari ini. Rabu (31/12/2025).

    Ziarah ini bukan sekadar kunjungan makam, melainkan perjalanan batin, sebuah ikhtiar menautkan masa kini dengan ruh perjuangan para pendahulu. 

    Kegiatan tersebut menjadi bagian tak terpisahkan dari rangkaian Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama RI, sebagai pengingat bahwa pengabdian lahir dari ketulusan jiwa dan kejernihan iman.

    Rombongan ziarah dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Banyumas, H. Ibnu Asaddudin, bersama jajaran pejabat struktural. 

    Hadir pula Sesepuh Kemenag Banyumas sekaligus Rois Syuriyah PCNU Kabupaten Banyumas, K.H. Mughni Labib, yang menambah kekhusyukan suasana dengan lantunan doa dan munajat penuh ketawadhuan.

    Dalam suasana yang hening dan sarat makna itu, K. Ibnu Asaddudin mengajak seluruh peserta ziarah untuk sejenak menundukkan hati. 

    Ia menegaskan bahwa ziarah adalah ruang refleksi, tempat menata niat dan membersihkan batin, agar setiap langkah pengabdian senantiasa berakar pada nilai spiritual yang kokoh.

    “Rasulullah SAW sangat mencintai saat beliau mendengarkan bacaan Al-Qur’an dari orang lain, karena di sanalah ketenangan dan rahmat Allah SWT  mengalir, ” tutur Ibnu dengan suara penuh makna. 

    Pesan tersebut, menurutnya, menjadi pengingat agar insan Kemenag senantiasa menghadirkan keheningan jiwa, kekhusyukan hati, dan kesungguhan niat dalam melayani umat.

    Di tengah arus zaman yang kian dinamis, Ibnu menegaskan bahwa Indonesia telah menjelma sebagai lentera dunia dalam harmoni keberagaman. 

    Meski berpenduduk Muslim terbesar, Indonesia tetap teguh berdiri sebagai bangsa yang memuliakan perbedaan dan merawat toleransi lintas iman.

    “Banyak negara memandang Indonesia sebagai rujukan dalam membangun kehidupan beragama yang damai dan saling menghormati. Ini adalah amanah sejarah yang harus kita jaga dengan sepenuh jiwa, ” tegasnya.

    Sebagai institusi yang memikul tanggung jawab luhur tersebut, Ibnu menekankan bahwa moderasi beragama bukan sekadar jargon, melainkan jalan tengah yang menyejukkan. 

    Sebuah fondasi untuk mencegah perpecahan, menjaga keseimbangan antara pengamalan ajaran agama dan komitmen kebangsaan, serta merawat persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

    “Kementerian Agama harus senantiasa berada di garda terdepan, menjadi peneduh, penuntun, dan penjaga harmoni umat, ” ujarnya penuh keyakinan.

    Menutup renungannya, Ibnu Asaddudin mengajak seluruh keluarga besar Kemenag Banyumas untuk menumbuhkan rasa bangga dan keikhlasan total dalam mengabdi. 

    Ia mendorong kolaborasi lintas iman sebagai jalan bersama untuk menghadirkan kedamaian dan memperkuat bangunan bangsa.

    “Mari kita rawat persaudaraan, kita rajut kolaborasi, demi Indonesia yang damai, berkeadaban, dan melangkah tenang menuju Indonesia Emas 2045, ” pungkasnya.

    Ziarah di Pekih pun menjadi penanda bahwa di balik tugas administratif dan pelayanan publik, Kementerian Agama terus menautkan langkahnya pada nilai luhur para ulama pendiri, menjaga iman, merawat toleransi, dan mengabdikan diri sepenuh hati bagi umat dan bangsa.

    (Humas / Adel – Djarmanto – YF2DO)

    banyumas kemenag banyumas
    Narsono Son

    Narsono Son

    Artikel Sebelumnya

    Jerit Sunyi Seorang Anak, Hukum diharap...

    Artikel Berikutnya

    PC Pagar Nusa Banyumas Buka Gerbang Negeri...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Wamenhan RI Tinjau Kesiapan Pembangunan Infrastruktur Strategis TNI AU di Lanud Sultan Hasanuddin
    KPK Dalami Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji,  Aizzudin Abdurrahman Diperiksa
    Momen Haru, Dankodaeral X Makan Satu Piring Berdua Dengan Siswa TK Hangtuah Jayapura
    Tingkatkan Transparansi dan Kesejahteraan Anggota, Koperasi PRIMA Bapas Purwokerto Sukses Gelar RAT Tahun Buku 2025
    TNI Raih Predikat A (Pelayanan Prima) pada Penyelenggaraan Pelayanan Publik Tahun 2025

    Ikuti Kami