Dari Deru Aspal Halaman Kemenag Banyumas, Si Boy Ditempa Mimpi Besar Negeri

    Dari Deru Aspal Halaman Kemenag Banyumas, Si Boy Ditempa Mimpi Besar Negeri
    Dari Deru Aspal Halaman Kemenag Banyumas, Si Boy Ditempa Mimpi Besar Negeri

    Banyumas - Di tengah hiruk-pikuk proyek pengaspalan di salah satu lokasi halaman kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyimas di  Purwokerto, sebuah pemandangan sederhana namun sarat makna menyita perhatian, Sabtu (25/04/2026)

    Seorang bocah kelas 3 SD bernama Boy tampak tumbuh bersama denyut pembangunan yang tak pernah berhenti.

    Didampingi sang ayah kansungnya Heri, Boy sejak duduk di bangku kelas 1 SD telah mulai mengenal dunia alat berat. Setiap akhir pekan, Sabtu dan Minggu, ia kerap menemani ayahnya bekerja, bukan sekadar ikut, tetapi perlahan belajar memahami ritme dan tanggung jawab di balik pekerjaan tersebut.

    Di berbagai titik pekerjaan wilayah Banyumas Raya, mulai dari Banyumas, Purwokerto, Purbalingga, Banjarnegara hingga Cilacap, jejak kecilnya ikut tertinggal.

    Bukan sebagai pekerja, melainkan sebagai anak yang menyerap pengalaman hidup langsung dari lapangan, dengan rasa ingin tahu yang tumbuh alami.

    Dalam perbincangan singkat bersama awak media di lokasi pekerjaan,  kawasan tengah kota Purwokerto, Boy mengungkapkan ketertarikannya dengan polos namun penuh semangat.

    “Saya senang ikut bapak kerja. Lihat alat besar itu rasanya seru, pengin bisa seperti bapak, bikin jalan yang bagus biar orang-orang lewat enak, ” ujarnya dengan mata berbinar.

    Sementara itu, sang ayah, Heri, menyampaikan bahwa kehadiran Boy dan adik perempuanya yang masih duduk di bangku SD kelas 1, lebih sebagai bentuk kedekatan dan pembelajaran hidup.

    “Saya tidak pernah memaksa. Dia sendiri yang ingin ikut. Saya hanya mengawasi, supaya dia tahu kerja itu seperti apa, tapi tetap saya jaga, ” tuturnya.

    Warga bahkan Security Rahmat yang ada di sekitar lokasi melihat kehadiran Boy bukan sekadar keunikan, tetapi simbol harapan. Di usia yang masih belia, ia telah akrab dengan kerasnya medan kerja, sekaligus belajar arti kedisiplinan, ketekunan, dan kedekatan dengan orang tua.

    Meski demikian, berbagai pihak mengingatkan pentingnya menjaga keselamatan dan batasan anak di lingkungan berisiko tinggi seperti proyek konstruksi. 

    Pengawasan orang tua tetap menjadi kunci utama agar proses belajar tetap aman dan sesuai usia.

    Kisah Boy menjadi cermin bahwa mimpi besar tak selalu lahir dari ruang kelas semata.

    Ia bisa tumbuh dari pinggir jalan, dari peluh seorang ayah, dan dari langkah kecil yang hari ini tampak sederhana, namun menyimpan potensi besar untuk masa depan.

    Dari deru mesin dan panasnya aspal, satu pesan perlahan mengemuka, bahwa harapan bangsa bisa bersemi di mana saja, selama ada semangat, bimbingan, dan kesempatan untuk tumbuh dengan baik.

    (Djarmanto-YF2DOI)

    banyumas kemenag banyumas aspal kemenag bangumas halaman kemenag banyumas
    Narsono Son

    Narsono Son

    Artikel Sebelumnya

    MTsN 3 Banyumas Jemput Siswa Baru, Transparansi,...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Abdullah Rasyid: Dari Selat Hormuz Hingga Selat Malaka, Menimbang Arah Indonesia di Tengah Pergeseran Medan Konflik Global
    Dari Deru Aspal Halaman Kemenag Banyumas, Si Boy Ditempa Mimpi Besar Negeri
    Menaker Yassierli: Lulusan Perguruan Tinggi Harus Miliki Strategi Triple Readiness Hadapi Era AI
    ATR/BPN Rayakan Paskah, 5 Sertipikat Diserahkan di Tangsel
    Panglima TNI Dampingi Menhan RI Tinjau Latihan Gabungan di Karimunjawa

    Ikuti Kami