Banyumas - Kewaspadaan masyarakat kembali diuji setelah muncul informasi laporan adanya oknum yang mengaku sebagai petugas BPJS Ketenagakerjaan yang mendatangi rumah warga secara door to door dengan dalih membantu proses pencairan klaim.
Informasi tersebut mencuat dalam diskusi Grup WhatsApp Perisai Hebat Purwokerto, Banyumas pada Sabtu dan Ahad (14–15/03/2026), setelah kader Perisai menerima laporan dari wilayah Kecamatan Lumbir terkait aktivitas seseorang yang meminta data pribadi sekaligus uang kepada warga.

Perisai Sujianto dalam laporannya menyampaikan adanya informasi dari masyarakat bahwa seseorang berkeliling dari rumah ke rumah menawarkan bantuan pencairan program jaminan sosial tenaga kerja.
“Kami menerima informasi dari wilayah Kecamatan Lumbir, Kabupaten Banyumas, bahwa ada orang yang mengaku dari BPJS Ketenagakerjaan mendatangi warga secara door to door untuk membantu proses klaim, bahkan sudah ada warga yang diminta mengumpulkan data seperti KTP dan KK, ” ujarnya dalam percakapan yang dikutip dari diskusi internal tersebut.
Menanggapi laporan itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Purwokerto, Vinca Meitasari, memberikan penegasan tegas kepada para kader Perisai Hebat dan masyarakat luas.
Ia menekankan bahwa lembaganya tidak pernah menugaskan petugas mendatangi rumah warga untuk meminta data ataupun uang terkait proses klaim.
“BPJS Ketenagakerjaan tidak pernah mendatangi warga ke rumah-rumah apalagi meminta uang terkait klaim. Kami mengimbau masyarakat untuk berhati-hati serta tidak menyerahkan data pribadi atau membayarkan apa pun kepada oknum yang mengaku sebagai pegawai BPJS Ketenagakerjaan, ” tegasnya.
Fenomena serupa sebelumnya juga pernah terjadi di wilayah Purwokerto Barat pada pertengahan Februari hingga awal Maret 2026. Saat itu seorang warga yang didatangi tamu yang mengaku petugas BPJS Ketenagakerjaan segera berkoordinasi dengan tokoh masyarakat Rejasari, Ust Daryanto, yang kemudian menghubungi kader Perisai yang ada di Purwokerto Barat untuk meminta saran dan arahan.
Dalam penjelasannya disampaikan agar warga meminta tamu tersebut menunjukkan surat tugas resmi dan kartu identitas serta meminta izin mendokumentasikan identitas dan penjelasannya sebagai bentuk verifikasi.
“Jika benar petugas resmi tentu tidak keberatan menunjukkan surat tugas dan identitas. Namun jika ragu, mintalah izin untuk memfoto atau merekam video penjelasan serta identitasnya secara jelas, ” demikian salah satu arahan yang disampaikan dalam diskusi tersebut.
Menariknya, setelah langkah verifikasi tersebut disampaikan kepada tamu yang mengaku petugas, orang tersebut justru tergesa-gesa meninggalkan rumah warga yang didatanginya.
Melalui diskusi internal tersebut, para kader Perisai kembali mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan lembaga resmi.
Mereka menegaskan bahwa seluruh layanan BPJS Ketenagakerjaan memiliki prosedur resmi melalui offline tatap muka di kantor layanan maupun kanal resmi online, sehingga masyarakat diimbau tidak mudah percaya kepada pihak yang datang tanpa identitas jelas dan segera melapor kepada aparat atau kader Perisai setempat apabila menemukan kejadian serupa.
(Djarmanto-YF2DOI)

Updates.