BANYUMAS - Semangat juang, kekompakan, dan doa yang mengiringi setiap langkah mengantarkan tim tenis meja gabungan MAN 1 Banyumas, MTsN 3 Banyumas, dan MIN 3 Banyumas tampil sebagai juara dalam ajang Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama ke-80.
Turnamen yang digelar oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, Rabu (24/12/2025), diikuti 16 tim dari berbagai satuan pendidikan dan unsur pendidik.

Dalam kompetisi yang sarat gengsi tersebut, tim madrasah menunjukkan dominan tanpa kompromi.
Satu per satu lawan berhasil dilalui hingga akhirnya memastikan langkah ke partai final, menghadapi tim tangguh Guru PAI SD yang dikenal berpengalaman dan solid.
Pada laga penentuan, pertandingan dibuka melalui nomor dobel pertama yang menurunkan duet Sabar dan Seno dari MIN 3 Banyumas.
Meski belum mampu mengamankan kemenangan awal, keduanya berhasil menjaga tensi pertandingan dan menjadi pondasi mental bagi rekan setim untuk bangkit.
Momentum kemudian berbalik di nomor tunggal putra. Ibnu dari MAN 1 Banyumas tampil penuh percaya diri sebagai eksekutor utama.
Dengan smash tajam, kontrol bola presisi, dan fokus yang terjaga, Ibnu sukses meraih poin krusial yang menghidupkan asa tim madrasah.
Kepastian gelar juara akhirnya dikunci pada nomor dobel kedua, saat Dian dari MAN 1 Banyumas berpasangan dengan Badrun dari MTsN 3 Banyumas.
Kolaborasi pengalaman dan kekompakan keduanya tampil dominan, menutup laga dengan kemenangan dan memastikan Juara 1 resmi diraih tim madrasah Banyumas.
Salah satu atlet andalan, Ibnu, mengungkapkan rasa syukur atas capaian tersebut.
“Alhamdulillah, sejak awal kami yakin bisa bersaing. Lawan-lawan berat, tapi kami tetap fokus dan saling percaya. Kemenangan ini adalah hasil kerja tim, ” ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan Ketua Panitia Tim Gabungan, Eko Wibowo.
“Kemenangan ini adalah buah dari kekompakan lintas madrasah. MAN, MTsN, dan MIN bisa bersatu dan membuktikan bahwa kolaborasi melahirkan prestasi, ” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala MAN 1 Banyumas, Muslimin Winoto, menyampaikan rasa bangga sekaligus harapan ke depan.
“Prestasi ini membuktikan bahwa madrasah mampu berprestasi di semua bidang. Saya berharap capaian ini menjadi pemicu semangat bagi siswa untuk terus berlatih dan mengharumkan nama madrasah di level yang lebih tinggi, ” tegasnya.
Kemenangan atas 16 tim peserta dan keberhasilan menundukkan tim Guru PAI SD di final menjadi penegasan jati diri madrasah Banyumas.
Bukan sekadar peserta, melainkan penguasa lapangan, dengan smash keras, strategi cerdas, dan kekompakan yang terjaga, gelar juara pun tak terbantahkan.
(Humas Eko/YF2DOI)

Updates.