PURWOKERTO - Momentum peringatan Hari Kartini ke-147 yang jatuh pada Selasa (21/4/2026) menjadi ajang refleksi mendalam bagi dunia pendidikan.
Kepala SMP Persada Insan Nusantara Tebuireng 17 Sokaraja, Banyumas, Jawa Tengah, KH. Husain Muhammad, memberikan pesan kuat mengenai urgensi mengembalikan peran perempuan sebagai pilar utama dalam mencetak generasi berkualitas. Mengusung tema "Semangat Kartini dalam Dunia Pendidikan".

KH. Husain Muhammad menegaskan bahwa kemajuan suatu bangsa dan kesejahteraan rakyatnya bersifat linier dengan kualitas kaum perempuannya.

Menurutnya, perjuangan RA Kartini bukan sekadar simbol emansipasi, melainkan fondasi bagi ketahanan moral bangsa melalui pendidikan di unit terkecil, yaitu keluarga, Rumah sebagai Madrasah Utama.
Dalam keterangannya, KH. Husain Muhammad menyoroti berbagai tantangan sosial yang mendera generasi muda saat ini, mulai dari maraknya aksi tawuran hingga jebakan pergaulan gelap. Beliau menilai fenomena tersebut menjadi indikator mulai pudarnya fungsi rumah sebagai institusi pendidikan sentral.
"Wanita hebat akan melahirkan generasi yang kuat. Namun, rumah tidak akan bisa menjadi madrasah jika peran perempuan sebagai pendidik utama diabaikan. Peran rumah sebagai sekolah yang sangat sentral inilah yang sekarang mulai banyak ditinggalkan, " ujar beliau dalam pernyataan resminya.
Kesetaraan dalam Menuntut Ilmu, lebih lanjut, pengasuh di lingkungan Keluarga besar PP Abdul Djamil Tebuireng 17 Sokaraja itu menjelaskan bahwa dalam pandangan Islam, menuntut ilmu adalah kewajiban mutlak tanpa memandang perbedaan gender.
Mengutip kaidah tholabul ilmi faridotun ala kulli muslimin wa muslimatin, beliau menegaskan bahwa kedudukan laki-laki dan perempuan adalah setara dalam hak mendapatkan serta memberikan ilmu.
"Dalam Islam tidak ada perbedaan gender untuk urusan pendidikan. Mencari ilmu itu wajib bagi laki-laki maupun perempuan. Ini menandakan bahwa kedudukan perempuan sangat dimuliakan untuk menjadi sosok yang cerdas dan berkarya, " tambahnya.
Filosofi Ibu Pertiwi, Secara simbolis, beliau juga mengingatkan bahwa bangsa Indonesia sendiri menggunakan terminologi "Ibu Kota" dan "Ibu Pertiwi", yang secara implisit menunjukkan bahwa ibu atau perempuan adalah pemberi dampak terbesar bagi masa depan negara.
Menutup narasinya, KH. Husain Muhammad mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung perempuan agar terus berkarya dan berdaya.
"Selamat Hari Kartini ke-147. Teruslah berjuang, karena masa depan bangsa ini sangat bergantung pada peran strategis perempuan, " pungkasnya.
Sementara salah satu Pengurus PP Abdul Djamil Tebuireng 17 Sokaraja, Ust Choi turut mengingatkan kembali bahwa perempuan adalah madrasah pertama yang menentukan kualitas generasi dan kemajuan bangsa.
"Dengan memperkuat kembali fungsi pendidikan di rumah dan menjamin hak pendidikan bagi perempuan sesuai ajaran Islam dan cita-cita RA Kartini." imbuh tutupnya.
(Djarmanto-YF2DOI)

Updates.