BANYUMAS - Mengawali tahun 2026 dengan lantunan prestasi dan syukur, madrasah kembali menorehkan tinta emas. Dua santri peneliti MTs Negeri 2 Banyumas berhasil mengharumkan nama madrasah di tingkat nasional dengan meraih Bronze Medal (Medali Perunggu) sekaligus peringkat ke-4 nasional dalam ajang Madrasah Young Scientists Competition (MYSCOM) 2025, Jumat (2/1/2026).
Prestasi membanggakan tersebut diraih oleh Hasnaa Fatin Nur Sidqia dan Nuri Rifda Afifah, keduanya siswa kelas VII A, di bawah bimbingan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia, Sri Setiyaningsih, S.Pd. Keduanya tampil unggul pada Bidang Riset Sustainable Development Goals (SDGs) melalui proposal berjudul “Implementasi Model Pendidikan Berbasis Urban Farming sebagai Kontribusi terhadap Sustainable Cities di MTsN 2 Banyumas.”

Melalui riset tersebut, para santri membuktikan bahwa keterbatasan lahan bukanlah penghalang untuk berinovasi. Dengan pendekatan urban farming berbasis pendidikan, mereka menghadirkan solusi nyata tentang pembangunan kota berkelanjutan yang berangkat dari lingkungan madrasah, sebuah gagasan yang selaras antara ilmu pengetahuan, kepedulian lingkungan, dan nilai-nilai keislaman.
Kepala MTsN 2 Banyumas, Atik Restusari, S.Pd., M.Pd., menyampaikan rasa bangga dan syukur atas capaian tersebut.

Ia menegaskan bahwa prestasi ini bukan sekadar pencapaian simbolik, melainkan buah dari proses pendidikan yang menanamkan budaya literasi, riset, dan karakter sejak dini.
“Kami sangat bersyukur dan bangga. Prestasi Ananda Hasnaa dan Nuri ini menunjukkan bahwa santri madrasah, bahkan sejak kelas VII, telah mampu berpikir kritis, sistematis, dan menawarkan solusi konkret melalui riset yang relevan dengan isu global, ” tegas Atik Restusari.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa capaian di awal tahun ini merupakan anugerah sekaligus amanah bagi seluruh warga madrasah untuk terus bergerak maju.
“Prestasi ini adalah kado indah di awal tahun 2026. Kami berharap menjadi pemantik semangat bagi seluruh siswa MTsN 2 Banyumas agar tidak ragu berinovasi dan berkarya. Fokus kami ke depan adalah konsistensi dan keberlanjutan, agar madrasah ini mampu melahirkan karya ilmiah yang bermanfaat dan membawa nama MTsN 2 Banyumas semakin dikenal, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga mendunia, ” pungkasnya.
Berdasarkan data resmi panitia MYSCOM 2025, MTsN 2 Banyumas berhasil bersanding dengan madrasah-madrasah terbaik dari berbagai daerah, seperti Sleman, Bantul, dan Kendari, serta masuk dalam sepuluh besar nasional pada kategori penilaian SDGs. Capaian ini kian meneguhkan posisi MTsN 2 Banyumas sebagai salah satu madrasah rujukan dalam pengembangan riset dan inovasi santri di Indonesia.
(Humas Ning/twm/YF2DOI)

K7G